KEKAYAAN ALAM DAN KEMAKMURAN INDONESIA
Indonesia merupakan negara yang dipenuhi dengan kekayaan alam yang melimpah, lihat saja banyak orang luar yang berburu kekayaan alam yang melimpah di indonesia, tetapi apa yang dilakukan indonesia? indonesia membuang kesempatan emas untuk menjadi negara kaya di dunia, mengapa demikian? lihat saja berbagai SDA kita sebagian besar dikontrakkan kepada pengusaha dari luar negeri, padahal taukah anda jika kita sendiri yang mengolah itu maka negara kita pasti akan mendapatkan kekayaan yang melimpah dari hasil kekayaan alamnya.Tapi apa boleh buat mungkin pemikiran pemerintah berbeda soal ini, kita boleh menyumbangkan ide-ide kepada DPR tetapi ide kita pasti di pending atau bahkan bisa saja dijadikan isapan jempol belaka.
http://samwarlux.blogspot.com/2011/03/kekayaan-alam-dan-kemakmuran-indonesia.html
MATA PENCARIAN MASYARAKAT INDONESIA
Kaya akan seni budaya, sumber daya alam, sumberdaya manusia membuat di Indonesia juga ada beranekaragam atau kemajemukan mata pencaharian masyarakat Indonesia. Kemajemukkan mata pencaharian ini bisa disebabkan letak geografis dan ketinggian setiap daerah yang berbeda-beda. Ada yang bermata pencaharian di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Namun sebagian besar penduduk di Indonesia adalah bermata pencaharian sebagai petani. Hampir lebih kurang 70% masyarakat Indonesia bermata pencaharian sebagai petani.Indonesia juga dikatakan sebagai negara Agraris. Sebab Negara kita Indonesia begitu besar akan hasil pangan yang begitu besar, contohnya beras, umbi-umbian.
Beras
(Makanan Pokok Penduduk Indonesia)
Mata pencaharian masyarakat Indonesia yang sebagian besar adalah pertanian. Hasil beras yang begitu melimpah ruah. Tetapi mengapa negara kita masih saja mengimpor beras? Bukanya meng ekspor beras? padahal negara kita juga termasuk negara pengahasil bahan pangan (beras) terbanyak.
Ingatkah kalian semua dengan peristiwa yang membanggakan? Lebih kurang sekitar tahun 80an, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Dimana negara kita bisa berswasembada beras.
Kapan kita bisa bisa mengulang masa-masa seperti itu? Kapan kah kita bisa berswasembada lagi? Mengulang kembali masa-masa kejayaan seperti ini?
Saya yakin, Indonesia dapat kembali meraih masa-masa kejayaan berswasembada beras. Dengan perhatian pemerintah yang cukup besar untuk para petani-petani kita, masa-masa itu akan kita raih. Mungkin saja pemerintah dapat memberikan pelatihan-pelatihan kepada para petani, dapat melakukan industrialisasi pertanian Dapat mengindustrialisasikan alat-alatnya, benih, pupuk dan lain sebagainya.
Dengan melakukan industrialisasi juga memberikan peluang kerja, mengurangi penganguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita. Selain itu pendapatan perkapita negara Indonesia juga meningkat.
Semoga saja, negara kita dapat mengulang kembali masa-masa kejayaan berswasembada beras. Sukses untuk Petani-Petani Negeriku Indonesia..
http://ayucintyavirayasti.blogspot.com/2011/03/mata-pencaharian-masyarakat-indonesia.html
KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA
Kualitas sumber manusia di Indonesia sangatlah rendah, meskipun kekayaan alam melimpah ruah tetapi masyarakat Indonesia belum dapat mengolahnya dengan sempurnan meskipun bisa tetapi pengolahan sumber dayanya sangatlah tradisional. Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, jika diukur dengan indeks pembangunan manusia, menempati ranking yang sangat rendah, yakni urutan 112 dari 172 negara di dunia.
"Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani program pembangunan (UNDP) melakukan penilaian tersebut pada tahun 2002," kata Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Pusat Drs Imam Haryadi, MSc di Denpasar, Selasa.
Ketika membuka pertemuan regional program jaringan pengaman sosial (JPS) bidang KB bagi pejabat BKKBN Kabupaten/Kota sepropinsi Bali dan NTB, ia mengatakan, rendahnya indeks pembangunan manusia antara lain disebabkan tingginya angka kematian bayi.
Angka kematian bayi kini mencapai 47 per seribu kelahiran hidup dan angka kematian ibu melahirkan mencapai 340 per 100.000 kelahiran hidup. Kedua angka kematian tersebut masih tertinggi di kawasan ASEAN.
Imam Haryadi menambahkan, sekitar 35 persen penduduk usia sepuluh tahun ke atas tidak atau belum menamatkan sekolah dasar dan hanya 19 persen yang dapat menyelesaikan pendidikan SLTA.
Dari mereka yang menamatkan SLTA tersebut hanya 1,7 persen yang berhasil menyelesaikan pendidikan setingkat Universitas, ujar Imam Haryadi.
Meskipun angka pertumbuhan penduduk turun, namun karena penduduk Indonesia besar, maka pertambahan setiap tahunnya masih cukup besar. Kondisi penduduk Indonesia saat ini cukup memprihatinkan, karena jumlah yang besar dengan kualitas yang rendah.
"Kondisi semacam itu jelas akan mempengaruhi segala segi pembangunan dan kehidupan masyarakat," ujar Imam Haryadi seraya menambahkan, situasi dan kondisi penduduk Indonesia yang demikian itu merupakan suatu fenomena yang memerlukan perhatian dan penanganan secara lebih serius.
http://www.gatra.com/2003-08-19/artikel.php?id=30705
guE
- __=_oZiyEe_=__
- Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
- simple man with ordinary life :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar